Dalam banyak film Hollywood, Islam kerap disimbolisasikan sebagai orang Arab. Bukan sosok orang Arab yang shalih, intelek, rendah hati dan sebagainya, tetapi sosok Arab yang berangasan, tidak mengerti kebersihan, barbar, gemar perempuan-perempuan cantik dan seksi, suka minuman keras, bodoh, dan selalu mendahulukan otot daripada otak.
Berlawanan dengan penggambaran Hollywood terhadap orang-orang Yahudi, yang divisualisasikan senagai yang rendah hati, murah senyum, intelek, mendahulukan dialog ketimbang pemaksaan, simpatik, pejuang kebenaran, berselera seni yang tinggi, dan hal-hal yang baik-baik. Bahkan tak jarang seorang Yahudi ini digambarkan sebagai orang yang kuat perkasa, charming atau cantik, dan selalu berakhir dengan kemenangan.
Sebagai mesin propaganda,industri hiburan sebesar Hollywood yang ditopang dengan keluasan media massa dan kantor berita dunia yang nyaris seluruhnya berada dalam cengkraman kuku The International Jews, tentu sangat efektif didalam pencapaian misinya. Salah satu keberhasilan perang urat syaraf, yang dilakukan kartel media dan mesin propaganda Yahudi ini, adalah stigma teroris yang kini begitu kuat melekat dalam sosok orang Arab.
Jack Valenti, presiden dan CEOdari Motion Picture Association of America (MPAA) dengan jujur menyatakan bahwa industri film Hollywood secara bulat mendukungkebijakan perang Bush melawan terorisme Islam. Padahal sudah menjadi pengetahuan umum jika kebijakan Bush tersebut dihasilkan dari komplotan Yahudi-Kristen Fundamentalis AS yang kini berkuasa di Gedung Putih. Dibawah ini adalah beberapa contoh penggambaran Islam dalam Hollywood :
-->Exodus (1960)
Film yang dibitangi Paul Newmann dan Eva Marie Saint berkisah tentang proses pendirian "negara' Israel. tentunya versi orang Yahudi. Dalam film ini orang Arab digambarkan sebagai teroris yang sangat brutal.
-->Cast a Giant Shadow (1966)
Dalam salah satu bagiannya, film ini menggambarkan kelakuan orang-orang Arab yang tanpa malu dan risih memelototi perempuan-perempuan muda Yahudi yang tengah berpakaian mini dan seksi.
-->Aladdin (1992)
Film bersegmentasi anak-anak pun tidak lepas dari psy-war yang dilakukan Yahudi terhadap Islam. Dalam film animasi tentang 1001 malam ini ada sebuah lagu dimana penggalan syairnya mengejek orang Arab sebagai, "It's barbaric, but hey, it's home.." Dalam film ini juga digambarkan adanya sistem hukum potong tangan yang digambarkan dengan cara sembarangan.
-
-
0
komentar